Mendiktisaintek: Percepat Transformasi Diktisaintek Berdampak

Kabar

25 May 2026 | 14.45 WIB

Mendiktisaintek: Percepat Transformasi Diktisaintek Berdampak

Jakarta–Transformasi pendidikan tinggi yang adaptif, berdampak, dan berdaya saing global menjadi agenda strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Hal ini ditegaskan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional Forum Wakil/Pembantu Rektor II PTN se-Indonesia dengan tema “Sinkronisasi Kebijakan dan Penguatan Tata Kelola PTN dalam Mendukung Transformasi Perguruan Tinggi yang Adaptif, Berdampak, dan Berdaya Saing Global”, Senin (25/5).

Dalam arahannya, Menteri Brian menekankan bahwa Wakil/Pembantu Rektor II memiliki posisi strategis dalam memastikan tata kelola perguruan tinggi berjalan secara efektif, akuntabel, dan inovatif. Pengelolaan keuangan, perencanaan, serta penguatan sumber daya manusia menjadi elemen penting dalam mendukung percepatan transformasi pendidikan tinggi.

“Kami berharap ke depannya kemajuan-kemajuan itu harus bergerak cepat, tentu dibutuhkan langkah-langkah yang tidak hanya mengikuti program-program tahun sebelumnya, tetapi harus ada pendekatan-pendekatan yang baru,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek menjelaskan bahwa penguatan tata kelola menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang adaptif dan berdampak. Karena itu, perguruan tinggi didorong untuk terus mengembangkan tata kelola yang efektif, akuntabel, dan adaptif dalam pengelolaan anggaran, pengadaan, serta sumber daya manusia (SDM) guna mendukung pelaksanaan program pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian juga menekankan, bahwa tata kelola yang baik dapat memperkuat kepercayaan publik serta mendukung peningkatan kinerja institusi pendidikan tinggi. Mendiktisaintek mendorong perguruan tinggi membangun sistem layanan kepegawaian yang lebih proaktif sehingga dosen dapat fokus pada kegiatan akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menteri Brian juga menyampaikan pentingnya percepatan kenaikan jabatan akademik dosen melalui sistem pendampingan yang lebih terstruktur. Pengembangan karier dosen harus menjadi tanggung jawab institusi dan dikelola secara sistematis sejak awal.

Pada aspek pengembangan SDM, Menteri Brian mendorong perguruan tinggi menghadirkan berbagai terobosan untuk mendukung dosen muda, termasuk melalui pelibatan dalam tim strategis, dukungan kegiatan riset, serta penguatan pengembangan kapasitas dan kesejahteraan dosen secara bertahap sesuai kemampuan institusi.

Menutup arahannya, Menteri Brian menegaskan bahwa forum WR II merupakan ruang strategis untuk memperkuat sinergi dan berbagi praktik baik antarkampus dalam menghadirkan inovasi tata kelola yang berdampak.

Forum WR II ini merupakan jantung perguruan tinggi. Sehingga kinerja bapak-Ibu sekalian sangat dinantikan oleh seluruh entitas, sivitas akademika. Silahkan membuat terobosan-terobosan, inovasi-inovasi, dan yang lain-lainnya,” tegas Menteri Brian.

Melalui forum ini, Kemdiktisaintek berharap tercipta kolaborasi yang semakin kuat antarperguruan tinggi dalam mempercepat transformasi pendidikan tinggi menuju ekosistem Diktisaintek Berdampak, yaitu pendidikan tinggi yang unggul secara akademik sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan kemajuan bangsa.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak



/

5

Ulas Sekarang